Tidak disarankan untuk memulai berbahaya saat hujan deras, itu sebabnya

2020-08-03

TRIBUNNEWS.COM-Saat hujan, banyak tindakan pengemudi dapat membahayakan pengguna jalan lain, salah satunya menyalakan lampu bahaya.

Lampu sinyal bahaya sebenarnya tidak akan turun hujan.

Sebaliknya, mereka berfungsi sebagai tanda-tanda situasi darurat yang dialami oleh pengemudi.

Misalnya, ketika mobil mogok, ban meledak, kecelakaan lalu lintas, dll

Untuk hari-hari hujan, Les Jusri Pulubuhu, pendiri dan pemimpin tim Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), mengatakan bahwa pengemudi sebenarnya tidak perlu menyalakan bahaya. Mobil akan berganti jalur.

Karena lampu sein tidak dinyalakan dalam arah mengemudi mobil.

Selain itu, lampu peringatan bahaya yang selalu menyala di sepanjang jalan juga dapat mengganggu perhatian pengguna jalan lainnya.

“Visibilitas sangat rendah dalam hujan deras. Jika seseorang menyalakan sumber bahaya, tentu saja, itu akan menyilaukan pemandangan sampai kehilangan fokus,” kata Jusri kepada Kompas.com belum lama ini.

Jusri merekomendasikan agar pengemudi menyalakan lampu utama bukannya berbahaya, terutama di langit mendung atau gelap yang disebabkan oleh hujan lebat.

“Karena ketika lampu depan dinyalakan, lampu belakang akan menyala. Dia berkata:” Itu dapat secara otomatis digunakan sebagai tanda kendaraan di depan atau di belakang. “Selain mengingatkan pengemudi akan bahaya lampu peringatan bahaya, Jusri juga menambahkan bahwa selama beban berat, pengguna mobil harus memperlambat kecepatan hujan dan menjaga jarak yang aman.” Karena kondisi aspal yang basah akan mengurangi ban Daya tarik. “Ini kemungkinan menyebabkan bannya tergelincir,” kata Jusri.

Artikel ini awalnya muncul di Kompas.com dengan judul “Ingat kesalahan menyalakan lampu peringatan bahaya saat hujan deras”

Leave A Comment