Untuk mengurangi biaya produksi, Renault akan mem-PHK 5.000 karyawan pada 2024

2020-08-12

TRIBUNNEWS.COM – Pabrikan mobil Prancis Renault (Renault) akan mengumumkan rencananya untuk mem-PHK 5.000 pekerjaan pada 2024.

Reuters (Jakarta) mengatakan pada hari Rabu (27 Mei 2020) bahwa langkah-langkah telah diambil untuk memastikan bahwa perusahaan dapat menyelamatkan perusahaan hingga US $ 2,2 miliar dalam biaya produksi, yaitu sekitar Rp 32,34 triliun (nilai tukar Rp 14.700) melindungi).

Sebelumnya, “Local Daily” Le Figaro melaporkan. Kebangkrutan pabrikan mobil Prancis Renault terancam oleh pandemi korona

baca: Pendaki Renault tiba di Indonesia, harganya mulai 149 juta rupee

baca: diblokir oleh pandemi, MPV lokal di Indonesia lebih rendah Rencana perakitan Renault Triber masih dalam proses. Pada halaman tersebut, surat kabar Le Fiharo secara resmi menyatakan bahwa PHK tidak akan segera dilakukan.

“Le Figaro” juga melaporkan bahwa Renault akan memprioritaskan untuk mengganti karyawan yang akan pensiun.

Namun, ketika Reuters mengonfirmasi, Renault tidak mau berkomentar.

— Saat ini, Renault masih menunggu finalisasi rencana pinjaman pemerintah 5 miliar euro.

Namun, penerbitan pinjaman masih dibahas antara manajemen dan serikat pekerja tentang masalah ketenagakerjaan. Dan pabrik di Perancis.

Menurut laporan sebelumnya, Renault memiliki sekitar 48.500 pekerja di Prancis pada tahun 2019, dan akan mengungkapkan PHK dan langkah-langkah penutupan pabrik untuk menghemat uang. – Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron juga mengumumkan rencana anggaran 8 miliar euro di Perancis, menjadikan Prancis salah satu produsen utama mobil rendah karbon atau ramah lingkungan di Eropa. -Dia juga mendesak produsen roda empat Perancis untuk melakukan produksi dalam negeri.

Artikel ini dipublikasikan di Kompas.com dengan judul “Renault akan memberhentikan 5.000 karyawan pada tahun 2024.”

Leave A Comment