Selama tidak segera digunakan di semua area, bahan bakar RON rendah dapat dihilangkan

2020-08-13

Laporan wartawan Tribunnews.com Sanusi

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Indonesia berjanji akan menurunkan emisi karbon dalam Perjanjian Paris 2015, namun sayangnya bahan bakar rendah besi (BBM) (seperti Premium) kini banyak digunakan oleh masyarakat. konsumsi. — Guru Besar Universitas Indonesia dan Presiden IT PLN Iwa Garniwa mengatakan bahan bakar rendah besi seperti PREM diketahui berbahaya bagi lingkungan dan berbahaya bagi mesin mobil. Jenis bahan bakar tersebut dapat merusak lapisan ozon dan kendaraan non premium.

Oleh karena itu, pemerintah harus terus mendorong masyarakat untuk menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan secara efisien. Selain itu, standar Euro4 saat ini telah menjadi patokan untuk knalpot kendaraan.

Iwa Garniwa mengatakan menghilangkan konsumsi bahan bakar yang rendah memang mendesak, namun momentumnya harus baik. Nah, saat ini, di tengah tren penurunan harga minyak, harga minyak dunia belum kembali ke titik tertinggi, pemerintah bisa mengambil kebijakan itu. – “Menurut saya sudah waktunya sekarang, tapi sudah diganti dengan nama (seperti Green Premium), dan harganya tidak akan berubah akibat jatuhnya harga minyak dunia.” Secara tidak langsung, masyarakat terpaksa harus mengganti konsumsi bahan bakarnya menjadi perlindungan lingkungan BBM, “kata Iwa kepada media, Rabu 29 Juli 2020.

Bacaan: Saat indikator BBM di posisi E, ini yang jadi bahan bakar mobil

Iwa peringatkan selama ini, Ron Dampak rendah tampaknya berdampak lebih kecil pada kendaraan yang menggunakan teknologi lama. Teknologi ini masih melimpah di Indonesia bahkan Jakarta.

Namun lingkungan akan meningkatkan polusi udara, terutama di perkotaan. Masalah polusi mobil akan menjadi Ini akan menjadi bom waktu di masa depan, sehingga kebijakan radikal harus diambil.Pada saat yang sama, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 20 Tahun 2017 tentang baku mutu emisi gas buang kendaraan bermotor dapat mengadopsi standar emisi Euro4, namun dengan memperhatikan persoalan daya beli yang berbeda, Tidak berlaku untuk semua wilayah perkotaan.

Leave A Comment