Pada hari pertama operasi point-to-point di Jakarta, 1.062 atlet ditangkap polisi

2020-08-23

Laporan reporter Tribunnews.com Igman Ibrahim Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Pada Senin (10/8/2020), Polda Metro Jaya mulai mengadili pengemudi yang melanggar kebijakan double-double. Polisi mengejar ribuan mobil secara total.

“Ada 1.062 aksi tilang kemarin,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, Selasa, yang dihubungi Selasa (2020/11/11). –Sambodo menjelaskan bahwa ada dua cara bagi agen di lokasi untuk menyeberang. Ia menyimpulkan, antara lain ada tindakan manual yang dilakukan personel terhadap penjaga dan tindakan yang dilakukan melalui kamera ETLE.

“Termasuk 619 tiket manual dan 443 tiket E-TLE”. Bahkan akan diberlakukan pada Senin (10/8/2020). Saat kebijakan sosialisasi dimulai pekan lalu, pengemudi dihimbau untuk mematuhi aturan tersebut. Petugas itu kemudian punya dua cara. Antara lain pemilihan langsung atau sistem ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement).

Baca: Pemprov DKI memberlakukan syarat 24 jam paritas di semua ruas jalan di Jakarta- “Aksi sudah dilaksanakan” Ada dua cara untuk membawa anggota ke lokasi secara manual, atau melalui ETLE atau kamera elektronik. Kami akan berikan poin kepada anggota setiap masuk ke area paritas, “kata Sambodo di Jakarta, Kamis (6/8/2020). Terkait tiket ETLE, Sambodo mengatakan, polisi mengingatkan 45 kamera ETLE yang dipasang di dalamnya. Tiga belas dari 13 ruas ganjil dari 25 ruas ganjil DKI Jakarta menjelaskan: “Sekitar 13 ruas ganjil genap sudah dipasang kamera ETLE. Itu terletak pada titik ini di daerah tersebut. Dengan cara ini, pengawasan kami tidak hanya bergantung pada personel di tempat, tetapi juga lebih baik. Selain itu, Sambodo mengatakan pihaknya juga akan mengirimkan tim sebanyak 125 orang ke M setiap harinya. “Ada tim khusus untuk mengawasi 25 lajur di skala area. Ada sekitar 125 orang setiap hari. Kami hanya bertanggung jawab mengawasi ini. Insiden aneh, pungkasnya.

Leave A Comment