Tips untuk menavigasi di lereng yang curam saat mengendarai mobil

2020-08-24

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Pengemudi yang belum berpengalaman kerap panik saat menghadapi tanjakan terjal. Faktanya, selama Anda mengetahui teknik yang benar, Anda bisa mengabaikan kemiringannya.

Untuk melintasi lereng yang curam, pengemudi mobil harus berjalan kaki persegi. Tujuannya agar mobil tidak kehilangan tenaga dan berhenti di tengah tanjakan.

Jusri Pulubuhu, founder dan training director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), mengatakan saat mendaki, mohon gunakan gigi rendah dan jangan biarkan pedal akselerator menginjak 100%. Injak pedal akselerator saja hingga mencapai 80%. 20% sisanya adalah kekuatan cadangan untuk mempertahankan tenaga. Sebab, mobil tidak akan berhenti atau malah terjatuh. Sudah lama jadi incaran polisi- “Jadi jangan buntu, jangan buntu, hilang motivasi. Ini teknik mendaki,” kata Jusri kepada Kompas.com belum lama ini. Ditambahkan bahwa saat tanjakan terjal, jangan mengganti persneling. Untuk mobil dengan persneling manual, Anda tetap harus menggunakan persneling pertama. Mengenai transmisi otomatis, gunakan opsi “Rendah (L)”.

“Jika pengemudi merasa lereng terlalu curam untuk dilalui mobil, mereka dapat memilih untuk menurunkan semua penumpang dan menurunkan kargo yang dapat digunakan,” kata Jusri. Read More – Artikel ini dimuat di Kompas.com dengan judul “Jangan Waspada, Ini Skill Jitu di Tanjakan Terjal” Penulis: Donny Dwisatryo Priyantoro

Leave A Comment