Warga Bekasi mengabaikan larangan pulang kampung dan berangsur-angsur mulai meninggalkan Jabodetabek

2020-08-26

Wartawan Kantan Dina Mirayanti Hutauruk-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Polisi kini harus bekerja lebih keras untuk memperkuat pengawasan jalur pulang tol tersebut. Pasalnya, meski ada larangan pemerintah untuk pulang kampung pada Festival Baran tahun 2020, banyak warga Jabodetabek yang masih berkeinginan untuk pulang kampung. -Jumlah kendaraan yang meninggalkan Jabodetabek melalui jalan tol menunjukkan banyaknya dugaan pelanggaran larangan pulang kampung. -Pelaku Tol Jakarta-Chicampek, PT Jasa Marga Tbk mencontohkan, jumlah kendaraan yang keluar dari Jakarta lewat tol arah timur, barat, dan selatan antara H-7 dan H-4 Lebaran 2020 mencapai 306.682, atau 2020 mencapai 306.682 atau 2020. Dari tanggal 17 hingga 20 Mei, .

“Angka ini mengurangi volume lalu lintas hingga 59% selama Lebaran tahun 2019.” kata Kepala Tim Komunikasi Perusahaan dan Bina Lingkungan Jasa Marga Dwimawan Heru, Kamis (5/9). / 21/2020) dalam pernyataan resmi. Sichkalang — Namun, jumlah kendaraan tersebut meningkat signifikan dari hari sebelumnya. Selama masa Pembatasan Sosial Massal (PSBB), jumlah kendaraan yang melintasi tol Jakarta-Chicampek hanya sekitar 70.000 kendaraan setiap hari.

Baca: Para penumpang dark travel dalam razia kembali ke terminal Plogbang (sebelum PSBB), dan jumlah kendaraan yang melintasi tol Jakarta-Cikampek sekitar 130.000 setiap hari.

Penduduk Bekasi mendominasi

Jumlah kendaraan yang berangkat H-17 dari Jabodetabek meningkat pada H-4 Lebaran 2020 sebesar 40% dari arah timur, kemudian 35% dari barat, dan 25% dari selatan.

Lalu lintas kendaraan yang meninggalkan Jakarta lewat timur adalah dua pintu tol (GT) pengganti GT Cikarang Utama, yaitu GT Cikampek Utama bagi pengguna jalan menuju tol Trans Jawa dan pengguna jalan tol Cipularang-Padaleunyi GT Kalihurip Utama. Area terbatas, istirahat maksimal 30 menit

Leave A Comment