Industri otomotif masih dianggap berwawasan ke depan, pengaruh dari populasi kelas menengah

2020-10-20

Laporan reporter Tribunnews.com Reynas Abdila-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Industri otomotif dalam negeri saat pandemi Covid-19 masih dipandang sebagai masa depan.

Pengembangan berkelanjutan dari kapasitas produksi tinggi, volume penjualan, dan infrastruktur. , Dampaknya pada populasi kelas menengah.

Putu Juli Ardika, Direktur Industri Maritim, Alat Angkutan dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kementerian Perindustrian, mengatakan pertumbuhan industri otomotif dalam negeri ke depan masih akan sangat menarik.

Menurutnya Dikatakan karena menurut laporan Bank Dunia, jumlah masyarakat kelas menengah meningkat rata-rata 12% per tahun.

“Dalam laporan Bank Dunia, jumlah kelas menengah Indonesia melebihi 30% pada tahun 2018, dan jumlah ini meningkat menjadi hampir setengah dari populasi Indonesia pada tahun 2019, sekitar 115 juta orang, saat ini termasuk dalam kelas menengah. Kata Putu di Jakarta, Minggu (19 Juli 2020). -Baca: Gaikindo batal menggelar pameran otomotif GIIAS 2020 di Surabaya pada September lalu-katanya perkembangan kelas menengah menjadi penggerak utama produksi mobil. Bahasa indonesia r.

Selain itu, dengan perkembangan jalan tol dan infrastruktur jalan yang tidak henti-hentinya dalam beberapa tahun terakhir, tingkat kepemilikan kendaraan roda empat di Indonesia masih tergolong rendah, yakni 87 kendaraan per 1.000 penduduk. – -Pada 2019, produksi kendaraan roda empat mencapai 1,28 juta (US $ 13,17 miliar), turun 4,2% year-on-year.

Kinerja ekspor mobil pada 2019 dibandingkan dengan tahun lalu, CBU (Integrated Vehicle) dan CKD (mobil rakitan dalam negeri) mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yakni ekspor CBU mencapai 332.000 set, sedangkan ekspor CKD mencapai 511.000 set.

Leave A Comment