Setelah Idul Fitri, permintaan mobil bekas OLX meningkat lebih dari 10% setiap minggunya

2020-10-22

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-OLX Indonesia melihat tren penjualan mobil bekas saat pandemi Covid-19.

Ichmeralda Rachman, Direktur Pemasaran OLX Indonesia, mengatakan berdasarkan data internal, permintaan untuk semua kategori menunjukkan bahwa dibandingkan dengan data pada minggu pertama Ramadhan 2020, total permintaan semua kategori di OLX pada minggu kedua Ramadhan 2020 mengalami peningkatan. Keduanya melebihi 10%. Periode yang sama tahun lalu tidak menunjukkan adanya perubahan besar.

Ichmeralda Rachman baru-baru ini mengatakan dalam wawancara email dengan Tribunnews melalui email: “Data kami juga menunjukkan tren pertumbuhan data di semua kategori (termasuk kategori mobil) di OLX setelah Ramadan 2020. Jelaskan bahwa untuk kategori mobil Data akhir Mei 2020 juga lebih tinggi dibanding data pekan sebelumnya.

Baca: Cari city car? Mitsubishi Mirage Seken hanya dibanderol Rp 70 juta. Ia mengatakan di sektor ritel, kunjungan meningkat 20% Soal. Selama ini, pasokan dan permintaan mobil bekas hampir dua kali lipat Baca: Jaringan Dealer Andalan Renault mulai mengapalkan MPV Triber ke konsumen – yakni antara pertengahan Februari hingga pertengahan Maret 2020.

“Tren naik yang ditunjukkan oleh data kami menunjukkan, ‘Pergerakan ekonomi Amerika telah dimulai. Dia berkata. -Baca: Harga Avanza bekas tahun 2017-2018 Rp 135 juta-dia juga menjelaskan bahwa saat ini dia menjelaskan: “Situasi pandemi berdampak besar tidak hanya di Indonesia tapi di semua industri di seluruh dunia. Kami Ini berlaku untuk semua kategori di platform. ”Dibandingkan dengan sebelum kasus Covid-19 pertama terdeteksi di Indonesia, perekonomian jelas mengalami penurunan tajam selama pandemi. Kasus Covid-19 di Indonesia.

Selama periode yang sama, di segmen pasar B2C (bisnis ke konsumen), jumlah iklan dan penurunan permintaan mobil konsisten, di mana pasar B2C (dealer ke penjual) dan C2C (konsumen ke konsumen) Keduanya berperan langsung. Dia mengatakan: “Dari segi jumlah iklan, penurunan di segmen B2C lebih besar daripada penurunan di segmen C2C.”

Leave A Comment