Pengunjung dan manajer perjalanan harus menerapkan protokol kesehatan selama pandemi COVID-19

2020-10-28

TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah memutuskan membuka kawasan wisata pelindung.

Guna mendukung keputusan tersebut, pengelola dan wisatawan diwajibkan menerapkan peraturan sanitasi secara ketat saat mengunjungi tempat wisata. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07 / MENKES / 382/2020, tentang Perjanjian Kesehatan Masyarakat di Tempat Umum dan Tempat Umum yang telah disahkan, Jumat (19/6/2020) lalu. Pembersihan rutin sangat penting. Ini termasuk disinfeksi area, fasilitas, dan peralatan bersama, “kata Tim Komunikasi Publik, Selasa (23/6/2020), Kelompok Kerja Percepatan Penanganan COVID-19, kata Dr. Reisa dari Kelompok Kerja National Media Center, Jakarta. -Baca Masih ada pertanyaan seputar keberadaan Covid-19? Dr. Reisa memberikan penjelasannya – selama proses pelaksanaan, pengelola sebaiknya menggunakan sabun yang cukup dan mudah digunakan untuk menyediakan fasilitas cuci tangan, mengecek suhu tubuh pengunjung di pintu masuk, dan di tempat wisata Meningkatkan dukungan informasi pelaksanaan prosedur sanitasi.Selain itu, Dr. Reisa juga mengingatkan pengelola untuk memperhatikan pekerja di tempat wisata untuk melindungi mereka dari penyebaran COVID-19.

“Pastikan pejabat sumber daya manusia pariwisata mengerti Cara melindungi diri sendiri Dia menjelaskan bahwa ini dari penyebaran COVID-19. -19 untuk menjaga gaya hidup bersih dan sehat. Menjaga kebersihan diri, seperti sering mencuci tangan, makan makanan bergizi, rutin berolahraga dan istirahat yang cukup. Misalnya, pembatasan jumlah wisatawan secara umum dan di tempat dan fasilitas tertentu. Service Re

Dr. Reisa mengirimkan pesan ke website wisata untuk menjaga keamanannya saat mengunjungi tempat wisata.

Leave A Comment