Penumpang yang bepergian ke dan dari Jakarta tidak lagi membutuhkan SIKM. PT KAI mendorong pelancong yang jujur ​​untuk menyelesaikan CLM

2020-11-01

TRIBUNNEWS.COM-Humas PT Indonesia Kereta Api (KAI) Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa mengatakan, penumpang KA jarak jauh dari dan ke Jakarta sudah tidak perlu lagi memiliki izin masuk dan keluar (SIKM). -Eva mengatakan sedang menyesuaikan kebijakan Pemprov DKI Jakarta (Pemprov) DKI yang telah membatalkan SIKM sebagai syarat masyarakat melakukan perjalanan mulai Selasa (14/7/2020). Pelamar yang tidak lagi membutuhkan SIKM. Penumpang yang berangkat dari Stasiun Gambier dan Stasiun Passal Sennen.

“Sesuai kebijakan Pemprov DKI Jakarta, mulai 14 Juli (Selasa), perjalanan bersyarat izin masuk dan keluar sudah dicabut, kemudian perjalanan KA jarak jauh dari stasiun wilayah DKI Jakarta tidak bisa digunakan sekarang. SIKM menjadi salah satu syarat calon pengguna yang akan menggunakan KA jarak jauh dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen untuk berangkat Tribunnews.com .

Baca: PT KAI mewajibkan penumpang KA jarak jauh dari dan ke Jakarta DKI untuk menyelesaikan CLM- — Baca: KAI Akan Tetap Operasikan Kereta Jarak Jauh Argo Parahyangan pada 13 Juli 2020-Eva mengatakan, persyaratan SIKM sudah diganti dengan penerapan Corona Probability Metric (CLM) pada JAKI. Remote control TV tersedia di Google Play Store dan Apple App Store. A, Rabu (15 Juli 2020).

Karena itu, Eva juga mengimbau calon penumpang jujur ​​saat menyelesaikan CLM.

” Dorong orang untuk jujur ​​tentang persyaratan untuk menyelesaikan perjalanan. CLM, “kata Eva.

Eva menambahkan, calon penumpang kereta api dari dan ke Jakarta selalu disarankan untuk menunjukkan surat Covid-19 gratis melalui PCR atau tes cepat .

Tentu saja, Covid-19 gratis harus dipastikan Surat tersebut “masih berlaku”, artinya belum lebih dari 14 hari sejak dikeluarkan.

Leave A Comment