Menarik sekali, karena bandara memiliki stimulasi PJP2U, penumpang tidak perlu lagi membayar pajak tiket pesawat

2020-11-03

Reporter Tribunnews.com Hari Darmawan melaporkan-JABARTA TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Perhubungan melalui Badan Penerbangan Sipil Tiongkok telah resmi memberikan langkah-langkah stimulus bagi Pelayanan Penumpang Udara (PJP2U). Stimulus 175 miliar rupee memberikan kelegaan bagi penumpang perjalanan udara karena tidak perlu lagi membayar pajak saat membeli tiket. — Novie Riyanto, Direktur Departemen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, mengatakan pihaknya akan memberikan langkah stimulus bagi seluruh penumpang yang membeli tiket pesawat mulai 23 Oktober hingga 30 Desember 2020. Sebagai pendorong, penumpang maskapai tidak perlu lagi membayar pajak bandara atau biaya layanan penumpang saat membeli tiket. Pajak ini biasanya sudah termasuk tiket pesawat, ”kata Novi dalam jumpa pers virtual, Kamis (22/10/2020) -dia juga menyebutkan berkat rencana stimulus PJP2U ini, masyarakat yang hendak bepergian tidak perlu membayar pajak bandara. Dan PSC, karena biaya dibebankan kepada pemerintah melalui maskapai p. Enyelenggara.

Baca juga: AirAsia menawarkan diskon 50% untuk tiket pesawat melalui pengenalan logo dan logo baru

Novie juga mengatakan bahwa insentif Tindakan tersebut hanya berlaku bagi penumpang udara yang membeli penerbangan pemberangkatan pulang pergi dari 13 bandara berjadwal.

Inilah 13 bandara yang langkah stimulus PJP2U yang dilakukan Kementerian Perhubungan antara lain Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta), Halim Perdanakusuma ( Jakarta), I Gusti Ngurah Rai (Bali), Yogyakarta Kulon Progo (Yogyakarta), Adisucipto (Yogyakarta), Kualamu (Medan), Komodo (Labuan Bajo). – Baca juga: Kapasitas Lombok International Airport Plus, Siap Ikut MotoGP Mandarica-Next, Lombok Praia Airport (Lombok), General Ahmed Yani (Semarang), Bririn Sari (Banyuwangi), Sam Ratulangi ( Manado), Hang Nadim (Batam dan Silangit (Sumatera Utara).

“Kami berharap stimulus ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengembangkan produksi. Kegiatan. Saya berharap maskapai penerbangan dan operator bandara juga bisa menggunakan stimulus ini untuk menggairahkan perekonomian Indonesia. ”Kata Novi. Selain itu, Novi melanjutkan, stimulus ini juga harus mendorong masyarakat untuk naik angkutan udara. Kegiatan wisata bisa terwujud. .

“Sekalipun ada langkah-langkah stimulus yang dapat meningkatkan aktivitas penumpang pesawat, maskapai penerbangan dan pengelola bandara harus tetap berpegang teguh pada protokol kesehatan 3M untuk mencegah penyebaran Covid-19,” kata Novi.

Leave A Comment