Standar baru, disiplin tempat wisata masih perlu ditingkatkan

2020-11-04

Laporan Reporter Tribunnews.com Reynas Abdila-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melakukan survei lapangan terhadap penerapan protokol sanitasi (standar baru) di banyak tempat wisata di India. DKI Jakarta dan sekitarnya Bandung, Jawa Barat. -Kurleni Ukar, Wakil Menteri Kebijakan Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dalam keterangannya, dalam keterangannya, sebagian besar hasil pemeriksaan perusahaan travel telah menerapkan regulasi kesehatan KMK HK.01.07 / Menkes / 382/2020, regulasi sanitasi lokal dan fasilitas bagi masyarakat. Gambaran Umum- “Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, pengelola tempat wisata telah menerapkan tata cara sanitasi dengan baik, namun kedisiplinan wisatawan yang mengikuti prosedur masih perlu ditingkatkan.” (Kurleni Ukar, Senin (29/6/2020). Said.-Prosedur standar telah diterapkan, seperti mengukur suhu tubuh, menyediakan hand sanitizer ke berbagai tempat, menggunakan masker dan masker, serta rutin membersihkan dengan disinfektan. Serta kegiatan sosial rutin melalui speaker.

Baca: Jokowi Presiden mencermati prasyarat wisata di pantai Banyuwangi yang begitu panjang

Kurleni secara khusus menargetkan kapasitas pengunjung Provinsi J ava Barat tidak melebihi 30% hingga 50%.

Staf yang bertugas juga dipastikan dalam keadaan sehat dan Dilengkapi dengan alat pelindung diri, seperti pelindung wajah, masker dan sarung tangan.

Penjualan tiket dan sistem pembayaran nontunai juga tersedia secara online. – “Namun, tidak semua wisatawan siap untuk ini. Oleh karena itu masyarakat telah melakukan upaya adaptasi dengan masyarakat. Dengan kebiasaan tersebut maka kebiasaan tersebut akan terus terwujud di masa mendatang. ”Ditegaskannya, ekonomi kreatif Wishnutama Kusubandio pernah menyampaikan bahwa mempersiapkan daerah, pelaku industri dan masyarakat di setiap daerah. Kesepakatan kesehatan itu sangat penting dilaksanakan untuk membawa itikad baik kepada masyarakat sekitar .- “Jangan menambah eksekusi kasus-kasus baru. Karena mungkin butuh satu atau dua hari untuk mengubah kesepakatan, tapi akan memakan waktu lama untuk mengembalikan kepercayaan wisatawan.” Ujar Wishnutama.

Leave A Comment