Pelajari tentang manisan India yang mengklaim bebas dari virus corona

2020-11-05

TRIBUNNEWS.COM-Toko permen khas Bangladesh, Balaram Mullick dan Radharaman Mullick di Kolkata, India, merilis varian baru permen yang dipercaya dapat meningkatkan kekebalan terhadap virus corona. Permen ini disebut “Immunity Sandesh”.

India hari ini mengumumkan bahwa pabrikan mengklaim bahwa bahan yang digunakan dalam pembuatan permen ini mengandung bahan antivirus Corona. sistem imun. Jamu yang digunakan antara lain kunyit, kapulaga, licorice, pala, jahe, lengkuas, daun linden, lada hitam, jintan dan daun salam.

Tumbuhan ini dicampur dengan keju India yang lezat dan manis yang disebut chhena. Setelah dicampur dengan keju, Anda bisa makan permen.

Manis tanpa tambahan gula

Permen ini dibuat tanpa gula atau gula merah. Menurut pabrikan, rasa manis yang didapat berasal dari madu Himalaya yang juga dicampur ke dalam pasta.

Ini untuk menjaga nutrisi herbal yang terkandung di dalam permen.

Sudip Mallick Sandesh, Head of Immunity Manufacturing, mengatakan: “Sejak awal, kami mengetahui kegunaan jamu ini, mulai dari kemangi, kunyit, jintan hitam hingga kapulaga dan daun salam. Semua ramuan ini dapat digunakan sebagai metode pencegahan. Agen pelindung terhadap berbagai penyakit dan penyakit lainnya. ”

Menurut Sudip, ide pembuatan jamu sepertinya akan kebal. Sudip kemudian menghubungi berbagai pakar Ayurveda (Pengobatan Tradisional India, red) dan membahas cara pembuatannya.

Ia juga mengungkapkan mengapa ia tidak menggunakan gula dalam gula pasir karena gula pasir atau gula merah akan mengurangi khasiat jamu. Itu sebabnya mereka menggunakan madu. Dari kemangi hingga licorice, Immunity Sandesh mengandung bantuan untuk meningkatkan kekebalan Masalah kekuatan. Sejak pandemi virus korona meletus pada Sabtu (6 Juni 2020), harganya telah mencapai sekitar 25 rupee India (sekitar 4.634 rupiah).

Akhirnya, Sudip mengungkapkan keyakinannya bahwa permen ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Ayurveda.

Leave A Comment