Menarik sekali, karena bandara memiliki stimulasi PJP2U, penumpang tidak perlu lagi membayar pajak tiket pesawat

2020-11-05

Pelaporan Tribunnews.com Hari Darmawan – TRBUNNEWS.COM JABARTA – secara resmi memberikan rencana stimulus pelayanan penumpang udara (PJP2U) melalui Dinas Perhubungan Administrasi Penerbangan Sipil.

Rencana stimulus 175 miliar rupee ini mengurangi beban penumpang perjalanan udara karena tidak perlu lagi membayar pajak saat membeli tiket. — Novie Riyanto, Direktur Departemen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, mengatakan pihaknya berencana menerapkan langkah stimulus bagi seluruh penumpang yang membeli tiket pesawat mulai 23 Oktober hingga 30 Desember 2020. Saat membeli tiket, Anda tidak perlu lagi membayar pajak bandara atau biaya layanan penumpang. Pajak itu biasanya sudah termasuk tiket pesawat, “kata Novi dalam jumpa pers virtual, Kamis (22/10/2020). -Dia juga menyebutkan melalui rencana stimulus PJP2U ini, masyarakat yang hendak berpergian tidak akan dikenakan biaya ke bandara. Pajak dan PSC, karena fee dibebankan kepada pemerintah melalui p. Enyelenggara air .

Lihat juga: Dengan memperkenalkan logo dan logo baru, AirAsia akan memberikan diskon tiket pesawat sebesar 50%

Novie juga mengatakan, Langkah stimulus hanya berlaku untuk 13 bandara yang dipesan oleh penumpang maskapai penerbangan yang membeli tiket dari India.

Inilah 13 bandara tempat Kementerian Perhubungan menerapkan rencana stimulus PJP2U, yaitu Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta) dan Halim Perdanakusuma (Jakarta), I Gusti Ngurah Rai (Bali), Yogyakarta Kulon Progo (Yogyakarta), Adisucipto (Yogyakarta), Kulanamu (Medan), Komodo (Labuan Bajo).

Lihat juga: Bandara Internasional Lombok Plus Kapasitas, persiapan MotoGP Mandalika-selanjutnya Bandara Lombok Praya (Lombok), Jenderal Ahmed Yani (Semarang), Banyuwangi, Sam Ratulangi (Manado), Hang Nadine (Batam) dan Silangit (Sumatera Utara). Untuk melaksanakan kegiatan yang membuahkan hasil, harapannya stimulus ini juga akan dimanfaatkan oleh maskapai penerbangan dan operator bandara untuk menggairahkan perekonomian Indonesia, ” Kata Wei. Selain itu, Novi melanjutkan, langkah stimulus tersebut juga harus mendorong masyarakat untuk menggunakan transportasi udara. Dalam rangka memulihkan aktivitas pariwisata di Indonesia.

“Kalaupun ada langkah stimulus yang bisa meningkatkan momentum penumpang pesawat, maskapai penerbangan dan pengelola bandara harus mematuhi prosedur sanitasi ketat 3M untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Indonesia,” kata Novi.

Leave A Comment