Hotel Santika meningkatkan keindahan dan sejarah kota Linggarjati, hingga Kuningan

2020-11-09

Reporter Tribunnews.com mengabarkan, Lita Febriani-TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Membawa kembali keindahan Kabupaten Kuningan, dipilih sebagai tempat perundingan Linggarjati.Karena keindahannya, Santika Indonesia Hotels and Resorts Bekerja sama dengan PT, Sumber Terang Sejahtera memajang Hotel Santika Linggarjati di Cunningham.

Pada Rabu (15/7/2020) penandatanganan perjanjian kerjasama proyek Hotel Santika Linggarjati di Cunningham di Hotel Santika Premiere Slipi, Jakarta.

Baca: 13 hotel Bali Santika Group buka bersamaan mulai 31 Juli

Bacaan: Hotel Santika Wonosari yang akan dibangun awal tahun depan diharapkan buka pertengahan 2022

Ditandatangani oleh Dorothea Hannah Kesepakatan Sukanta diwakili oleh PT Sumber Terang Sejahtera dan Johanes Widjaja dari PT Grahawita Santika, yang merupakan induk usaha Santika Indonesia Hotels and Resorts.

L Sudarsana, General Manager Development Business and Dice Department, Marcomm Indonesia Santika Hotel Manager menjelaskan bahwa proyek Hotel Santika Linggarjati di Kuning South akan dimulai pada awal tahun 2021 dan akan selesai pada akhir tahun 2023.

“Kunin South Santika Linggarjati Hotel akan menjadi bagian dari grup hotel bintang 3 dan akan dibangun di atas lahan sekitar 3 hektar,” L. Kata Sudarsana dalam keterangan resmi, Jumat (24 Juli 2020).

Saat ini, terdapat 30 hotel bintang tiga Santika di lebih dari 20 kota di Indonesia.

Santika Indonesia Hotels and Resorts telah mengelola lebih dari 100 unit hotel, dengan 7 merek utama, termasuk The Samaya dan The Kayana sebagai Boutique Villa, The Anvaya sebagai hotel bintang 5, dan Hotel Santika Premiere sebagai hotel berbintang 4 Kelas hotel, Hotel Santika 3 bintang, Kampi Hotel sebagai hotel instagenic bintang 3. Seperti Hotel Amaris, ini adalah hotel yang canggih. Kabupaten -Kuningan menjadi saksi lahirnya “Perjanjian Linggarjati” pada November 1946.

Perjanjian Lingarjati diimplementasikan sebagai Stanhrir perwakilan Sudan selama negosiasi. Wim Schermerhon adalah perwakilan dari Belanda, dan Lord Killearn adalah mediator Inggris. Sambil mengagumi keindahan panorama Gunung Ceremai, suasananya tenang. -The “Perjanjian Linggarjati” memungkinkan Belanda untuk mengakui Republik Indonesia, sehingga menciptakan citra Indonesia yang semakin terlihat di dunia.

Leave A Comment