Badan Intelijen Nasional menganggap pandemi Covid-19 menjadi ancaman paling serius saat ini

2020-12-01

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Wakil Perwakilan Badan Intelijen Negara (VII) Wawan Hari Purwanto (Wawan Hari Purwanto) menyatakan bahwa siapa pun, terlepas dari pekerjaannya, dapat mengantisipasi risiko yang dapat membahayakan persatuan dan kesatuan Republik Indonesia. Jenis ancaman. -Keselamatan bangsa Indonesia dan segala potensi sumber daya harus mutlak melindungi alam yang terkandung di dalamnya.

“Sudah menjadi tanggung jawab kita untuk melindungi semua darah yang tumpah. Kita harus menyadari bahwa kita harus mengantisipasi segala ancaman agar kita dapat menyelenggarakan acara” Selamatkan Indonesia “Wawaan di Bumbu Desa Resto, Jakarta pada Rabu (12/8). Apa yang disimpan dalam apa? “Dalam debat publik, mohon dipastikan terlindung dari ancaman dari dalam dan luar negeri. Menurut BIN, ancaman nyata yang serius saat ini dianggap sebagai pandemi Covid-19, bukan pandemi lainnya.

Oleh karena itu, kita harus dari semua pihak. Bekerja sama untuk saling memastikan keselamatan satu sama lain dalam rangka menyelamatkan Indonesia bersama. Ia mengatakan: “Kami khawatir di era pandemi seperti sekarang ini, dampaknya tidak hanya menjadi masalah kesehatan, tetapi juga masalah ekonomi bagi industri pariwisata.” — Oleh karena itu, pemerintah terus bekerja keras untuk segera membasmi Situasi ini kini sedang melanda dunia.

Baca: Empat Pegawai Kementerian Keuangan Reaktif Covid-19 Departemen Anggaran Kementerian Keuangan, BIN Langsung Miliki Swab

Pakar Hukum Indonesia Muhammad Kapitra Ampera Diminta Tak Dipublikasikan untuk Menghasut Masyarakat Kehilangan kepentingan pemerintah untuk mendiskreditkan dan menyebarkan kebencian terhadap pemerintah.

“Jika kami mencintaimu, di negeri ini, mari kita fokus pada bagaimana membantu rekan-rekan kita mengatasi kesulitan ini. Ini adalah fenomena umum. Musuh jangan baikan, ”ujarnya. -Kusnanto Anggoro, pakar politik Universitas Indonesia, mengatakan musuh bersama bangsa Indonesia masih ada, seperti nepotisme, korupsi, kekerasan, dll.

Leave A Comment