Kemenparekraf: Wisata virtual membuat wisatawan merasa dekat dengan destinasi

2020-12-05

Reporter Tribunnews.com Reynas Abdila melaporkan-Rizki Handayani, wakil perwakilan penyelenggara acara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) di Jakarta, mengatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan pariwisata virtual selama pandemi Covid-19. -Menurutnya, Virtual Heritage Traval yang digelar mulai 26 September hingga 25 Oktober 2020 dapat menjauhkan wisatawan dari berbagai destinasi wisata dan budaya Indonesia.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini untuk menunjukkan bahwa kami selalu getol menginformasikan kepada pelanggan.” “Utamanya agar wisatawan domestik bisa tetap berhubungan dengan destinasi wisata kami dan mencintai budaya Indonesia,” kata Rizki, Jumat. (9/10/2020) mengatakan dalam webinar pariwisata warisan maya. Industri pariwisata terpengaruh, sehingga adaptasi digital menjadi perlu. -Membaca: Api abadi lima negara dan fenomena unik menarik perhatian wisatawan- “Ke depan, pariwisata bukan hanya perjalanan yang menyegarkan, tapi juga bagian dari pengalaman. Kita bisa menimba ilmu melalui perjalanan, jelasnya.

Baca: Tegal Sudah Jadi Zona Merah, Wisata Guci Perkuat Regulasi Kebersihan

Rizki Bilang Tren Pariwisata Masa Depan Bukan Hanya Wisata,

— Wisata Bisa Mendatangkan Ilmu, Selain Wisatawan Juga Dapat berkomunikasi dengan komunitas yang ada.Ini juga akan menjadi modal pariwisata masa depan.Julius Bramanto, virtual travel organizer Traval menjelaskan bahwa virtual travel yang melibatkan komunitas dan stakeholders industri pariwisata dapat mengatasi pandemi ini dan terus berlanjut. Promosi ekonomi dan pariwisata Julius mengatakan: “Mereka lebih dikenal luas dan bisa menjadi panutan dan inspirasi bagi generasi muda untuk terus berupaya memajukan industri pariwisata Indonesia. “Tur virtual ini menyediakan tur bertema budaya dan komunitas yang mencakup delapan titik di seluruh wilayah barat. Wilayah timur dan timur Indonesia didukung oleh influencer Indonesia, termasuk komunitas Kesengsem Lasem (membesarkan Batik bersama Didiet Maulana) Tiga Neger i Lasem), komunitas Lakoat Kujawas (mengangkat Pusaka Mollo bersama Rara Sekar) dan komunitas Rumah Cinta Wayang (mengangkat Wayang Potehi bersama J Ryan) Kasten.

Leave A Comment