Hotel Santika meningkatkan keindahan dan sejarah kota Linggarjati, hingga Kuningan

2020-12-06

Wartawan Tribunnews.com memberitakan Lita Febriani (Lita Febriani) -TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Membawa Kembali Keindahan Kabupaten Kuningan, dipilih sebagai tempat perundingan Linggarjati.Karena keindahannya, Santika Indonesia Hotels and Resorts Bekerja sama dengan PT, Sumber Terang Sejahtera meluncurkan Hotel Santika Linggarjati di Kuningan.

Pada Rabu (15/7/2020) penandatanganan perjanjian kerjasama proyek Hotel Santika Linggarjati Kuningan di Hotel Santika Premiere Slipi, Jakarta. : 13 hotel di bawah Bali Santika Group akan dibuka bersamaan mulai 31 Juli

Baca: Hotel Santika Wonosari dibangun awal tahun depan dan diharapkan beroperasi pertengahan 2022

Kesepakatan yang ditandatangani oleh Dorothea Hannah Sukanta adalah Perwakilan dari PT Sumber Terang Sejahtera dan Johanes Widjaja dari PT Grahawita Santika, PT Grahawita Santika adalah perusahaan induk dari Santika Indonesia Hotels and Resorts.

General Manager Business and Development Development Marcomm Indonesia Santika Department menjelaskan bahwa proyek Hotel L Sudarsana Kinganan Santika Linggarjati akan dimulai pada awal tahun 2021 dan akan selesai pada akhir tahun 2023.

“Hotel Kuningan Santika Linggarjati akan menjadi bagian dari hotel bintang Grup 3 dan akan dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 3 hektar,” L. Kata Sudarsana dalam keterangan resmi, Jumat (24 Juli 2020).

Saat ini, terdapat 30 hotel bintang tiga Santika di lebih dari 20 kota di Indonesia. 100 unit hotel dengan 7 merek utama, di antaranya The Samaya dan The Kayana sebagai Boutique Villa, The Anvaya sebagai hotel bintang 5, Hotel Santika Premiere sebagai hotel bintang 4, Hotel Santika bintang 3, Kampi Hotel sebagai bintang 3 hotel instagenik. Dan Amaris Hotel (Amaris Hotel) sebagai hotel pintar.

Kabupaten Kuningan menyaksikan lahirnya “Perjanjian Linggarjati” pada November 1946.

Perjanjian Lingagati dilaksanakan di Kabupaten Kunning Selatan, sehingga perundingan yang dipimpin oleh g adalah Sutan Syahrir sebagai wakil Indonesia, Wim Schermerhon sebagai wakil Belanda, dan Tuan Killearn (Tuan Killearn) ) Sebagai mediator berkebangsaan Inggris, ia menjaga suasana tenang sambil menyaksikan panorama Gunung Ceremai yang megah.

“Perjanjian Lingarati” membuat Indonesia mengakui Republik Indonesia. Belanda telah membentuk citra Indonesia yang semakin terlihat di dunia.

Leave A Comment