Jangan buka sekolah di luar area hijau

2020-12-12

Penulis: Kementerian Kehakiman Jokowi Hendra Setiawan BoenEx Koordinator – Maloof Amin (Mar’ruf Amin)

TRIBUNNERS- Tim Kampanye Nasional pada Rapat 6 November 2019 di DPR, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim Dikatakan bahwa keunggulan teknologi terletak pada transparansi dan semua kebijakan dan aturan harus digerakkan oleh data. Pernyataan Nadiem Makarimini benar dan akurat.

Jadi ketika Nadiem Makarim mengumumkan rencana pemerintah untuk membuka kembali pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah di luar zona hijau melalui tindakan sanitasi yang ketat, kami semua terkejut. Baca: Pemkot Surabaya sedang mempertimbangkan sekolah tatap muka, dan inilah alasan-saya tidak mengerti keputusan ini. Data apa yang digunakan pemerintah dan Nadiem Makarim untuk mengetahui kemampuan mengajar dan belajar di sekolah ketika wabah Covid-19 di Indonesia tidak menurun?

Data terkini bahkan menunjukkan jumlah orang yang terinfeksi Covid-19 terus meningkat, hingga saat ini terdapat 104.432 kasus di luar Indonesia, dan baru muncul 90 cluster perkantoran di Jakarta.

Data di atas adalah data resmi, jadi selalu ada kemungkinan bahwa nomor ini tidak akan ditemukan lagi.

Misal, ketika data resmi menunjukkan pemerintah memiliki 2.276 kematian, ternyata Tempo menemukan data dari rumah sakit yang merawat pasien Covid-19. Di Indonesia, angka kematian sebenarnya 13.885, atau empat kali lipat dari angka kematian. banyak. Anji membenarkan adanya kesulitan di sekolah online, dan pemerhati pendidikan mengingatkan guru dan orang tua untuk berperan penting – sejak pelonggaran PSBB pada 4 Juni 2020, maraknya cluster virus Cast Ona di puluhan kantor juga membuktikan bahwa protokol kesehatan berlaku di semua kantor. , Termasuk mengurangi kapasitas ruangan hanya 50%, hanya dapat mengurangi jumlah orang yang akan tertular, tetapi tidak dapat mencegah peningkatan jumlah orang yang tertular. — Orang-orang yang bekerja di kantor adalah orang dewasa dan harus lebih disiplin dalam menerapkan prosedur kebersihan, tetapi mereka tetap terpengaruh. Bagaimana dengan anak-anak yang tidak seketat orang dewasa?

Di sekolah, mereka mungkin dipaksa untuk mematuhi prosedur kesehatan yang ketat, tetapi adakah jaminan bahwa mereka juga akan menerapkan prosedur kesehatan setelah mereka meninggalkan sekolah? Orang dewasa lajang tidak bisa. Ini salah satu alasan mengapa jumlah penderita Covid-19 di Indonesia terus meningkat.

Leave A Comment