Orang-orang mulai mengunjungi tempat-tempat wisata, sosiolog: kebutuhan untuk mengontrol populasi dalam penerapan standar baru

2020-12-15

TRIBUNNEWS.COM-Meski wabah korona (COVID-19) belum usai, masyarakat tetap mulai mengunjungi tempat wisata.

Contoh keramaian di objek wisata ini bisa dilihat di Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh. Meski Pemerintah Bupati Aceh Utara belum secara resmi membuka destinasi wisata, jumlah wisatawan sudah mulai terlihat.

Mengenai masalah ini, Dr. Drajat Tri Kartono, sosiolog dari Cyberlas Marat University (UNS) Surabaya, Medical Si. Mengatakan bahwa ada perbedaan definisi tentang normal baru masyarakat.

“Awalnya, saya menyebut mereka yang terus pulang, mereka yang tinggal di luar, seperti orang yang tidak patuh dalam masyarakat. Masyarakat). Dragat mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Tribunnews.com:”

“Tapi sekarang saya menyebutnya definisi dari normal baru, yang merupakan normal baru yang berbeda atau normal baru yang dibangun secara sosial, yaitu, bukan normal yang sehat atau pemerintah. Senin (Juni 2020) 8) Melalui Zoom.

Pada saat yang sama, menurut Drajat, diperlukan pengendalian penduduk agar standar baru dapat berjalan di bawah arahan pemerintah dan sesuai dengan kesepakatan sanitasi.

Oleh karena itu, kata Drajat, keramaian Berkumpul di tempat umum.

Baik di resor wisata, tempat hiburan, pusat perbelanjaan, sekolah, kampus, dll.

“Hal yang biasa dalam pembentukan kesehatan, fokus pengendaliannya adalah pengendalian populasi. “Dia berkata.

Leave A Comment