Kolaborasi antara Noka dan Alko untuk memperkuat kapabilitas produsen kopi Kerinci

2020-12-18

Reporter berita Tribunnews Choirul Arifin melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Noka Coffe Coffee Network menjalin kerjasama dengan Korintji Nature Farmers Cooperative (ALKO) untuk memperkuat petani kopi di Kerinci, Sumatera Barat. Terdapat 625 produsen kopi di bawah ALKO, dengan total luas perkebunan kopi 430 hektar yang tersebar di 24 desa.

Kerjasama semacam ini menjadi titik awal untuk meningkatkan kapabilitas petani dan menghasilkan cerita dalam produksi kopi hulu, khususnya untuk era millennium Satu generasi mewakili mayoritas konsumen NokaCaf√©. -Salah satu nilai tambah ALKO adalah penggunaan teknologi blockchain yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi Jepang Emurgo untuk aplikasi ketertelusuran kopi. -Teknologi ini memungkinkan pelanggan mengetahui proses pengolahan kopi mulai dari pemetikan, pemanggangan hingga makan. — Petani tradisional memiliki semua batasan atas akses ke teknologi dan oleh karena itu sangat terpengaruh oleh pandemi Covid-19. Misalnya, mereka hanya memasukkan hasil panen ke dalam karung dan menunggu pengepul membeli barang, tapi terkadang tidak tahu kebenarannya.

Baca juga: Di tempat Jawa Tengah: Nikmati arak Dieng secukupnya kopi khas Posong

Dididik Menurut ALKO, sebagian besar petani kopi di Kerinci bisa merasakan fluktuasi harga kopi dunia secara real time setiap hari. Noka percaya bahwa dedikasi ALKO di bidang agribisnis pangan merupakan aset utama kerjasama jangka panjang.

Rendrian Maharsya, Co-Founder dan Chief Marketing Officer Noka Coffee, mengatakan pendapatan produsen kopi telah turun signifikan dalam beberapa bulan terakhir akibat pandemi yang berlangsung lebih dari enam tahun.

Tren penurunan ini sejalan dengan penurunan permintaan di pasar domestik dan global. Banyak dari mereka yang menjadi petani musiman, tak terkecuali pengepul yang membeli biji kopi dengan harga murah.

Leave A Comment