Ratusan biro perjalanan di Bali siap memulai bisnis pariwisata dalam tatanan normal baru

2020-12-18

Reporter Tribunnews.com Reynas Abdila melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Industri pariwisata Bali siap menerapkan tatanan normal baru, dalam praktiknya akan mengutamakan kesepakatan pariwisata. Kebersihan, kesehatan dan keselamatan.

Ketua ASITA Bali ASEAN Market Febrina Budiman menjelaskan bahwa wisata kesehatan akan menjadi permintaan utama wisatawan.

Febrina mengatakan, sedikitnya 400 biro perjalanan dan biro perjalanan ASITA Bali menyatakan siap menyambut normal baru dalam industri pariwisata.

“Kami sangat optimis bisa bersahabat dengan Covid-19, atau dengan kata lain meski tak bisa berteman selamanya, kami harus tetap berteman,” kata Febrina Budiman, Jumat (6 Mei 2020). .

Menurutnya, pariwisata Bali dan ekonomi kreatif bukan tanpa alasan.

Baca: Suksesnya Novel “Baswedan” langsung menginstruksikan aksi O dan menangkap buronan KPK Nurhadi.

Berawal dari situasi sulitnya Covid-19, ketika pemerintah menutup jalur masuk internasional, terutama yang masuk dari Tiongkok pada Februari 2020. — Mulai Maret 2020, pemerintah telah memutuskan untuk menutup semua lampu internasional, yang berarti wisatawan dari berbagai pasar potensial juga akan berhenti.

Baca: Lion Air Group Berhenti Terbang, Biaya Tes PCR Lebih Mahal dari Tiket Pesawat

Keberhasilan Pemerintah Daerah dan Masyarakat Setempat Kendalikan Covid-19 Bikin Industri Serasa Tahap Baru Pariwisata Bali optimisme. — “Kami sangat bersyukur atas keadaan ini, dan berterima kasih kepada pemerintah daerah dan masyarakat sekitar”, ujarnya. Dengan pesangon tengah malam, 181 pilot kontrak Garuda Indonesia kehilangan pendaftaran pekerjaan hingga Kamis (20/6/20), total kasus aktif di Bali mencapai 510 dan sembuh 364. 5 orang meninggal. .

Baca: Diumumkan! Trio mantan pejabat Jiwasraya akan menerima mobil mewah dan bepergian ke luar negeri – resor ASITA Bali sendiri telah merancang prosedur kebersihan, kesehatan, dan keselamatan serta memastikan penerapan yang ketat dengan semua pemangku kepentingan. Bandara, kemudian menuju hotel, sambil melakukan aktivitas pariwisata, dan kemudian kembali ke bandara untuk terbang ke negara asal turis.

Baca: Kekacauan membuat marah, polisi menembak dan membunuh pria kulit hitam mati pemilik restoran di Kentucky-dengan kata lain, industri pariwisata akan memberi wisatawan kenyamanan dan keamanan serta pengalaman baru dalam tatanan perjalanan normal yang baru .

“Namun saat ini pengembangan destinasi masih tergantung keputusan pemerintah”, kata Febrina.

Leave A Comment