Kemenparekraf: Wisata virtual membuat wisatawan merasa dekat dengan destinasi

2020-12-24

Laporan Reporter Tribunnews.com Reynas Abdila-Jakarta TRIBUNNEWS.COM, Rizki Handayani, anggota DPR yang diorganisir oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), mengatakan pihaknya sangat mendukung pandemi aktivitas pariwisata virtual selama Covid-19.

Menurutnya, penyelenggaraan perjalanan warisan maya akan digelar mulai 26 September hingga 25 Oktober 2020, yang membantu menjauhkan wisatawan dari berbagai destinasi wisata dan budaya Indonesia.

“Kami sangat mendukung pameran tersebut. Kami selalu getol menginformasikan kepada pelanggan kami.” “Utamanya agar wisatawan nusantara bisa tetap berhubungan dengan destinasi wisata kita, dan juga suka dengan budaya Indonesia”, Rizky pada Jumat (September 2020) Webinar virtual heritage tour yang diadakan pada tanggal 10 mengatakan: “Industri pariwisata terpengaruh, jadi adaptasi digital menjadi perlu .

Bacaan: 5 kebakaran abadi di berbagai negara, fenomena unik yang menarik wisatawan

– “Di masa depan, perjalanan tidak hanya merupakan perjalanan yang menyegarkan, tetapi juga bagian dari” pengalaman “. Kami bisa menjelaskan kepadanya: “Dapatkan ilmu melalui perjalanan dan berinteraksi dengan komunitas yang ada untuk menjadi ibu kota masa depan”. Tidak hanya untuk berwisata, tapi untuk mendapatkan pengalaman.

Berwisata bisa mendatangkan ilmu, selain itu wisatawan juga bisa terhubung dengan komunitas yang ada. masa depan.

Traval virtual tour organizer Julius Bramanto (Julius Bramanto) menjelaskan bahwa virtual reality perjalanan yang melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan industri pariwisata dapat dijadikan solusi atas wabah ini, sehingga ekonomi dan Promosi pariwisata bisa terus berlanjut.

“Dalam acara” Today’s Virtual Heritage “, kami ingin menampilkan dan merevitalisasi para pahlawan lokal yang akan lebih dikenal dan dapat menjadi panutan dan inspirasi bagi generasi muda untuk melanjutkan usahanya. Julius mengatakan:” Pariwisata di Indonesia Karma kembali. Tiga Negeri Lasem (Tiga Negeri Lasem) dan Didiet Maulana (Didiet Maulana), komunitas Lakoat Kujawas (Lakoat Kujawas) dan Lara Sekar (Rara Sekar) Mollo Heritage diusulkan, serta komunitas Rumah Cinta Wayang dan J. Ryan Karsten (Ryan Karsten) mengusulkan Wayang Potehi.

Leave A Comment