Menarik sekali, karena bandara memiliki stimulasi PJP2U, penumpang tidak perlu lagi membayar pajak tiket pesawat

2020-12-25

Reporter Tribunnews.com Hari Darmawan melaporkan

JABARTA TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Perhubungan melalui Badan Penerbangan Sipil China telah resmi memberikan kebijakan untuk menstimulasi pelayanan penumpang udara (PJP2U). Paket stimulus Rp 175 miliar meringankan beban penumpang pesawat karena tidak perlu lagi membayar pajak saat membeli tiket pesawat. Novie Riyanto, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, mengatakan langkah stimulus akan diberikan kepada seluruh penumpang yang membeli tiket pesawat antara 23 Oktober 2020 hingga 30 Desember 2020. Dengan adanya stimulus tersebut, penumpang pesawat tidak perlu lagi membayar pajak bandara atau Biaya layanan penumpang dibebankan saat membeli tiket. Pajak biasanya sudah termasuk tiket pesawat, ”kata Novi dalam jumpa pers virtual, Kamis (22/10/2020) .- Ia juga mengatakan, akibat adanya rencana stimulus PJP2U, masyarakat yang hendak bepergian tidak perlu membayar pajak bandara dan PSC. , Karena biayanya melalui p. Enyelenggara air .

Lihat juga: AirAsia akan menawarkan diskon 50% untuk tiket pesawat dengan memperkenalkan logo dan logo baru

Novie juga menyatakan bahwa stimulus hanya berlaku untuk pemesanan 13 bandara di China.

Inilah 13 bandara yang dilaksanakan Kementerian Perhubungan dalam rencana stimulus PJP2U, yaitu Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta), Halim Perdanakusuma (Jakarta), I Gusti Ngurah Rai (Bali), dan Kulon, Yogyakarta Progo (Yogyakarta), Adi Suputo (Yogyakarta), Guanamu (Medan), Komodo (Labuan Bajo).

Lihat juga: Kapasitas dan Kapasitas Bandara Internasional Lombok MotoGP Mandalika yang siap selanjutnya adalah Bandara Lombok Praia (Lombok), Ahmed Yani (Semarang), Banyuwangi (Banyuwangi), Sam Ratulangi (Manado), Jenderal Hang Nadine (Batam) dan Silangit (Sumatera Utara) .

“Kami berharap stimulus ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Saya berharap stimulus semacam ini juga bisa digunakan oleh maskapai penerbangan dan operator bandara untuk menggairahkan perekonomian Indonesia, ”kata Novie. Selain itu, Novi melanjutkan, stimulus semacam ini juga harus mendorong masyarakat untuk naik angkutan udara. Agar pariwisata di Indonesia bisa memungkinkan. Pemulihan.

“Bahkan jika ada langkah-langkah stimulus untuk meningkatkan momentum penumpang pesawat, maskapai penerbangan dan pengelola bandara harus mematuhi protokol kesehatan yang ketat dari 3M untuk mencegah penyebaran di Indonesia. Covid-19, “kata Novi.

Leave A Comment