Tur kebangkitan, tur pengenalan ulang Lombok yang terorganisir

2021-03-09

Kamboja TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Ekonomi Kreatif Biro Pariwisata (Kemenparekraf / Baparekraf) kembali menggelar “Wisata Perkenalan Pariwisata Bekerjasama dengan PT AirAsia Indonesia” pada November 2020 dan mengunjungi beberapa destinasi Lombok. Acara ini bertujuan untuk membantu industri pariwisata yang terkena pandemi Covid-19 dan membantu Indonesia mengembangkan industri pariwisatanya.

Acara ini juga bertujuan untuk mempromosikan dan mempublikasikan destinasi wisata dengan mengimplementasikan perjanjian kesehatan berbasis CHSE di destinasi wisata di Indonesia.

Dalam acara ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerjasama dengan AirAsia mengundang beberapa tokoh opini publik (media dan KOL) untuk mengeksplorasi destinasi wisata.

Termasuk menjelajahi kawasan Mandarica dan berfoto sebagai oleh-oleh. Ratusan kepiting pantai merangkak di terumbu karang kuburan Ketapak di Selong Belanak di Lombok Tengah, snorkeling di Gili Trawangan, saksikan kecantikan saya tanpa dinding dan penyu raksasa, nikmati waktu Instagram di Pink Beach dan Gili Pasir, dan nikmati perasaannya pemandian air panas di Katamaran Resort dan Purimas Boutique Resort and Spa.

Ini sangat menarik, pada saat itu rombongan mengunjungi Desa Wisata Ende, dimana mereka mendapatkan minuman tradisional “selai kental” yang terbuat dari kuning telur, jeruk nipis dan kuning telur spesial. Ende Spice.- — Peserta juga mencoba sirih dan menikmati tarian pArésienne (tari perang Sasak). Di akhir pertunjukan, para pembuat opini juga ikut menari bersama.

Kesepakatan CHSE Dalam kegiatan ini, seluruh peserta harus melaksanakan dan mematuhi peraturan kesehatan berdasarkan persyaratan CHSE (kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan) – bahkan sejak awal peserta akan mengikuti tes Exchange PCR. prosedur dilakukan. Mulai dari menentukan jarak penumpang di seluruh pesawat AirAsia, hingga memastikan implementasi perjanjian CHSE untuk seluruh industri pariwisata, pesawat AirAsia hanya dapat menampung sejumlah ha, hingga 70% dari kapasitas tempat duduk ke restoran, tempat wisata, hotel.- — Pemandu wisata juga menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE, yang mengharuskan memakai masker, mencuci tangan, dan mengukur suhu tubuh sebelum masuk ke suatu tempat, dan mungkin jauh. –Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan dalam keterangannya, Sabtu (28/11/2020) bahwa saat ini prioritas utama pekerjaan kesehatan adalah yang terpenting, sehingga pelaksanaan CHSE ce Pemulihan kepercayaan wisatawan merupakan hal yang sangat penting bagi industri pariwisata, terutama bagi peserta di industri perhotelan dan katering.

Dijelaskannya, sertifikasi CHSE bertujuan untuk memastikan bahwa produk dan layanan yang diberikan sesuai dengan regulasi kesehatan. .

Ketua Koordinator Pemasaran Pariwisata Wilayah I Wilayah III Kemenparekraf Bulqis mengatakan, kepemilikan sertifikasi CHSE saat ini sangat penting untuk keikutsertaan perusahaan restoran dan catering. Meningkatkan kepercayaan wisatawan dalam mempercepat pemulihan industri pariwisata negara. –Kami memiliki program sosialisasi dan sertifikasi yang dinamakan CHSE karena ini memang merupakan kegiatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Ia mengatakan pada jamuan makan malam “Perjalanan Perkenalan Bekerja Sama dengan PT AirAsia Indonesia” yang diadakan di Lombok bahwa kita tetap harus mematuhi perjanjian sanitasi dan kita harus menyadari bahwa (Covid-19) ini tetap tidak akan hilang.

Leave A Comment