Filosofi di balik Ceroncong Satay diundang ke Perjamuan Agung Puri Bali

2020-07-19

TRIBUNNEWS.COM – Fungsi utama setiap hidangan adalah untuk memuaskan.

Namun, tidak hanya itu, setiap hidangan harus memiliki makna dan bahkan filosofi.

Itu harus sama dalam hal proses pembuatan dan penampilan. — Termasuk Sate Ceroncong, yang merupakan sajian spesial di sajian keluarga ningrat Ubud Tjokorda Kerthyasa. — Hanya ketika tamu besar atau istimewa datang ke Istana Ubud, Sate Ceroncong akan dilayani.

Baca: Pelajari resep gaya memasak tradisional Bali tradisional Happy Salma- — Baca: Cook Duck Kesabaran Betutu dengan Happy Salma

Dalam acara memasak rumahan yang disiarkan di Mora TV, Happy Salma dan saudara perempuannya Tjokorda Sri Maya Kerthyasa atau Maya menyaksikan produksi Sate Ceroncong.

Happy dan Maya sangat beruntung karena mereka dapat belajar langsung dari pencipta Sate Ceroncong.

Pendiri Sate Ceroncong adalah Gung Niang, nenek dari suami Happy Salma. — Kenapa dia disebut Sialong Sate? Karena sate dibungkus dengan daun pisang yang terlihat seperti corong.

Di dapur sederhana favoritnya, Gung Niang mengulangi cara membuat Sate Ceroncong yang hampir lupa untuk dimasaknya.

Leave A Comment