Filosofi di balik Ceroncong Satay diundang ke Perjamuan Agung Puri Bali

2020-07-21

TRIBUNNEWS.COM – Fungsi utama setiap hidangan adalah untuk memuaskan.

Namun, tidak hanya itu, setiap hidangan harus memiliki makna dan bahkan filosofi.

Itu harus sama dalam hal proses pembuatan dan penampilan. — Termasuk Sate Ceroncong, yaitu Tjokorda Kerthyasa, keluarga bangsawan di Ubud.

Sateonconcong akan dilayani hanya ketika tamu besar atau istimewa datang ke Istana Ubud.

Baca: Pelajari resep gaya memasak tradisional Bali tradisional Happy Salma- — Baca: Cook Duck Kesabaran Betutu dengan Happy Salma

Dalam acara memasak rumahan yang disiarkan di Mora TV, Happy Salma dan saudara perempuannya Tjokorda Sri Maya Kerthyasa atau Maya menyaksikan produksi Sate Ceroncong.

Happy dan Maya sangat beruntung karena mereka dapat belajar langsung dari pencipta Sate Ceroncong.

Pendiri Sate Ceroncong adalah Gung Niang, nenek dari suami Happy Salma. — Kenapa dia disebut Seroncong Satay? Karena sate dibungkus dengan daun pisang yang terlihat seperti corong.

Di dapur sederhana favoritnya, Gung Niang mulai membuat Sate Ceroncong lagi, dia hampir lupa memasak.

Leave A Comment