PT KAI mendesak wisatawan ke dan dari Jakarta untuk tidak lagi membutuhkan SIKM, dan wisatawan CLM untuk memberikan konten yang jujur

2020-07-25

TRIBUNNEWS.COM – Kereta Api Nasional Indonesia (PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1) Jakarta (Eva Chairunisa) mengatakan penumpang kereta api jarak jauh ke dan dari Jakarta tidak perlu lagi memberikan lisensi ekspor (SIKM).

Eva (Eva) mengatakan bahwa dia sedang menyesuaikan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI (Pemprov) di Jakarta, yang menghapus SIKM sebagai syarat untuk perjalanan masyarakat sejak Selasa lalu (14/7/2020). Eva mengatakan bahwa PT KAI tidak lagi membutuhkan SIKM untuk penumpang yang berangkat dari stasiun Gambir dan Pasar Senen.

“Menurut kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak Selasa, 14 Juli, izin masuk dan keluar untuk pelancong telah dibatalkan, dan kemudian transportasi kereta api jarak jauh dari stasiun di DKI, Jakarta tidak lagi digunakan. Pengguna akan menggunakan persyaratan untuk keberangkatan kereta jarak jauh di Stasiun Gambier dan Pasar Senen, “kata Eva dalam pernyataan tertulis di Tribunnews.com.

Baca: PT KAI mengharuskan penumpang kereta jarak jauh ke dan dari DKI Jakarta untuk membuat konten CLM

Baca: KAI masih mengoperasikan kereta api jarak jauh Argo Parahyangan pada 13 Juli 2020 – Eva mengatakan bahwa persyaratan SIKM kini telah diganti dengan Isi Corona Probability Metric (CLM) pada aplikasi JAKI, yang dapat diunduh dari Google Play Store dan Apple App Store.

PT KAI Daop 1 Jakarta akan menerapkan prosedur ini mulai Rabu (15/7/2020). Untuk tujuan ini, Eva juga meminta calon penumpang untuk jujur ​​ketika menyelesaikan CLM. Eva berkata: “Orang-orang didesak untuk jujur ​​tentang situasi mereka ketika menyelesaikan CLM.” Eva menambahkan bahwa calon penumpang kereta api ke dan dari Jakarta masih perlu melakukan tindakan berikut untuk menampilkan PCR-19 huruf PCR atau tes cepat gratis.

Tentu saja, harus dikonfirmasi bahwa surat Covid-19 gratis itu valid, yaitu, tidak lebih dari 14 hari dari tanggal surat itu.

Leave A Comment