Rahasia kesuksesan toko roti Diana, selamat dari pandemi

2020-07-28

Sebuah laporan oleh reporter Tribunnews.com Choirul Arifin

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Untuk perusahaan kecil dan menengah di Jakarta, epidemi Covid-19 memiliki dampak besar. Namun, untuk usaha kecil dan menengah, menjual makanan seperti roti dan kue berbeda.

Untuk perusahaan makanan ini, selama pandemi inilah penjualan meningkat, banyak di antaranya dipesan melalui pengiriman atau konsumen online. -Pemilik roti Diana (Diondy Kusuma) mengakui bahwa selama bulan Ramadhan dan pembatasan sosial massal (PSBB), banyak pelanggan memesan produk roti dalam bentuk parsel untuk mengirim pesanan dan kue untuk membangun hubungan yang ramah.

“Rekor terbesar dalam seminggu, setiap hari berturut-turut, kami mengirimkan tidak kurang dari 200 paket,” kata Deendi dalam sebuah pernyataan resmi.

Selama pandemi ini, penjualan meningkat 30%.

Brownies khas, salah satu produk utama penjualan, biasanya terjual habis. .

Membaca: Selain demam dan sesak napas, diare juga bisa menjadi gejala Covid-19 pada anak-anak-dia mengatakan bahwa kunci untuk berhasil mengelola bisnis makanan tidak dapat dipisahkan dari portal yang membeli situs web online. Bertahun-tahun lalu.

Merek roti yang didirikan sejak 2001 telah membentuk platform penjualan online melalui jejaring sosial, e-commerce, dan situs web resmi.

“Banyak merek lain telah ditutup karena hanya fokus pada penjualan offline, tetapi ketika kami siap dan waktunya tepat, maka online sangat berguna,” lanjut Diondy. Kata.

Baca: Walikota Bogor menyerukan pandemi Co-19 agar dilihat sebagai ujian iman, bukan kesehatan.

Ketika ia mendirikan Diondy Diana Bakery pada tahun 2001, ia mulai menjual. Gunakan van. Sekarang, Diondy memiliki 3 cabang toko offline dan mengelola penjualan online.

Selain situs web, ia juga menjual roti dan kue di pasar Tokopedia, Shopee, dan Instagram.

Leave A Comment