Rahasia kesuksesan Diana Bakery yang selamat dari pandemi

2020-08-03

Sebuah laporan oleh reporter Tribunnews.com Choirul Arifin

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Untuk perusahaan kecil dan menengah di Jakarta, epidemi Covid-19 memiliki dampak besar. Namun, untuk perusahaan kecil dan menengah, penjualan makanan seperti roti dan kue berbeda.

Untuk perusahaan makanan ini, selama pandemi penjualan meningkat, dan banyak yang dipesan melalui pengiriman atau konsumen online. -Pemilik roti Diana (Diondy Kusuma) mengakui bahwa selama bulan Ramadhan dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), banyak pelanggan memesan produk roti dalam bentuk parsel untuk mengirimkan pesanan dan kue untuk membangun hubungan yang ramah.

“Rekor terbesar dalam seminggu, setiap hari berturut-turut, kami mengirimkan tidak kurang dari 200 paket,” kata Deendi dalam sebuah pernyataan resmi.

Selama pandemi ini, penjualan meningkat 30%.

Brownies khas, salah satu produk utama penjualan, biasanya terjual habis. .

Membaca: Selain demam dan sesak napas, diare mungkin merupakan gejala Covid-19 pada anak-anak-dia mengatakan bahwa kunci untuk berhasil mengelola bisnis makanan tidak dapat dipisahkan dari portal yang membeli situs web online. Bertahun-tahun lalu.

Merek roti yang didirikan sejak 2001 memiliki platform penjualan online yang didirikan melalui jejaring sosial, e-commerce, dan situs web resmi.

“Banyak merek lain yang menolak karena mereka hanya fokus pada penjualan offline, tetapi ketika kami siap dan waktunya tepat, maka online sangat berguna,” lanjut Diondy. Kata.

Baca: Walikota Bogor menyerukan pandemi Co-19 agar dilihat sebagai ujian iman, bukan kesehatan.

Ketika ia mendirikan Diondy Diana Bakery pada tahun 2001, ia mulai menjual. Gunakan van. Sekarang, Diondy memiliki 3 cabang toko offline dan mengelola penjualan online.

Selain situs web, ia juga menjual roti dan kue di pasar Tokopedia, Shopee, dan Instagram.

Leave A Comment