Upaya ICA untuk bertahan dari pandemi

2020-08-04

Menurut reporter Tribunnews.com Willem Jonata-TRIBUNNEWS.COM-Mochammad Dandi Sepsaditri tidak pernah berharap bisnis yang dimulai pada 2018 tumbuh pesat.

Baso Aci Akang adalah salah satu makanan paling populer di komunitas ini. Hingga Juni 2020, ia memiliki 84 cabang di Sumatra, Jawa, dan Bali.

Sebenarnya, bisnisnya kacau. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk memulai, apalagi mengembangkan bisnis.

“Awalnya, saya masih bingung. Pada akhirnya, diputuskan untuk menjual bakso aci khas Garut. Saat itu, tidak ada bakso selain Garut. Kata Dandi.” Modal, “sambungnya,” masih susah, ” memperoleh. Namun, dia tidak sabar untuk memutuskan untuk menggunakan jumlah minimum uang untuk menyewa rumah- “Yang penting rumah itu bersih dan bisa dijual dulu.” Pada awal 2018, inilah saat Dandi mendirikan Baso Aci Akang, dan pada saat yang sama, ia dapatkan dari tetangga. Saya meminjam dua meja.

Cabang pertama Baso Aci Akang di Tangerang, sebuah desa Islam, secara resmi dibuka pada tahun 2018.

Membaca: Terbuka untuk UMKM, Pertamina menyediakan strategi pengembangan bisnis online selama Corona Pelatihan

bulan pertama operasi Baso Aci Akang itu tidak mudah, sewa “total” Rp.500.000,00 bulan depan.

Leave A Comment