Yang menyenangkan dari tur virtual adalah menjelajahi kota kuno Jakarta sambil menikmati kulit telur

2020-08-04

Sebuah laporan oleh Choirul Arifin, seorang reporter dari Tribunnews.com di Jakarta-TRIBUNNEWS.COM, Jakarta – Pandemi ini memaksa kita untuk melakukan sosial jarak bahkan jika kita memasuki normal baru, itu juga akan membawa kreativitas baru kepada masyarakat, sehingga membawa ekonomi Indonesia kembali Untuk meregangkan.

Untuk industri pariwisata yang mengalami kemacetan akibat pandemi Covid-19, muncul ide-ide baru untuk menghidupkannya kembali.

Salah satunya adalah ide pariwisata virtual untuk mengeksplorasi tujuan wisata.

Kemudian, komunitas kampus juga berpartisipasi dalam migrasi industri pariwisata Jakarta melalui tur virtual kota tua.

Bapak Alfansyah Harahap dan Bapak Doddy Wihardi dari Universitas Jakarta Budi Luh (UBL) menggelar promosi pariwisata virtual di kota kuno Jakarta pada hari Sabtu, 20 Juni 2020 untuk mempromosikan pariwisata di DKI Jakarta.

Bacaan: Menjelajahi surga tersembunyi Pulau Kaniongan di Kalimantan Timur

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Organisasi Komunikasi Pariwisata, salah satu kegiatannya adalah melakukan penelitian pertukaran di UBL melalui penerapan prosedur kesehatan.

Rute yang dijelajahi oleh “Tur Virtual Kota Tua” adalah untuk menjelajahi kawasan Greater Garibal-Bechar bergaya Korea, dikelilingi oleh bangunan kuno India Timur Belanda dengan nilai sejarah tinggi, seperti Toko Merah.

Untuk Blutizen yang suka foto, Anda bisa berhenti di Museum Seni Sulap 3D melalui Kali Besar Bank Museum Indonesia, dan kemudian di area Taman Fatahillah, di sini adalah Museum Sejarah Jakarta (biasanya disebut Museum Fatahilah), Museum Boneka, Pakistan Davia Cafe dan Museum Seni Rupa dan Keramik.

Ikuti tur virtual kota tua, dan kemudian lingkari kota tua hingga Anda kembali ke pedalaman Kalibesar.

– Membaca: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (1): Pada hari ulang tahun -493 Jakarta, tidak ada PRJ virtual

Leave A Comment