Turis Indonesia membuka kunci yang terperangkap di 2 negara

2020-07-08

TRIBUNNEWS.COM-Sejak pandemi Covid-19, beberapa negara telah menerapkan kebijakan kunci untuk mencegah penyebaran virus.

Menerapkan kebijakan secara ketat dan berlaku untuk semua warga negara dan wisatawan di negara ini.

Dalam kombinasi dengan kebijakan tersebut, ternyata seorang turis Indonesia, Ezta Lavista, berbagi pengalamannya ketika dia terjebak di zona pengecualian. Wilayah suatu negara.

Terima kasih untuk siaran langsung Instagram, akun @beta_lavista pribari dan akun panduan acara @erlanprimansyah, Sabtu lalu (16/5/2020) .

Ezta mengatakan dia tidak ingin menyebut dirinya-bahkan macet bepergian sendiri. Dia lebih suka menyebut ini cerita yang menarik saat bepergian.

“Karena musafir harus memiliki cerita. Jika musafir tidak memiliki sejarah, itu hilang. Ya, bahkan jika ada kepahitan, tetapi kita hanya berada di sisi positif pada saat-saat seperti itu,” kata Ezta. “Dia juga memberi tahu saya tentang pengalaman perjalanan ini yang dimulai pada pertengahan Februari 2020. Dia memulai perjalanannya di Amerika Selatan, seperti Kuba, Bagta, Peru dan Ekuador.

Dia menambahkan itu saat bepergian Di Amerika Tengah dan Selatan, kasus Covid-19 belum ditemukan. Bahkan kegiatan pariwisata dilakukan secara normal.

Ketika dia berada di Kepulauan Galapagos di Ekuador, kita akan memiliki perasaan yang berbeda. Dia menerima salinan dari Layanan Akomodasi Laporan itu mengatakan bahwa ia menemukan kasus coronavirus di Ekuador.

Pada saat itu, pemerintah setempat membahas masalah larangan penduduk dan wisatawan untuk masuk.

Leave A Comment