Sosiolog, tempat wisata mulai ramai: definisi kondisi masyarakat berbeda dengan kebijakan pemerintah

2020-08-09

TRIBUNNEWS.COM-Meski pandemi Covid-19 belum berakhir, banyak tempat wisata di beberapa wilayah Indonesia mulai dipadati wisatawan.

Dr Dr M.Si, seorang sosiolog di Universitas Sodalas Marat (UNS), Surabaya. Drajat Tri Kartono mengatakan bahwa ini terjadi karena kesenjangan antara perjanjian kesehatan yang menjadi kebijakan pemerintah dan definisi kondisi masyarakat. Menurutnya, masyarakat memiliki definisi kebijakan pemerintah yang berbeda.

“Pemerintah mengatakan bahwa ini masih pandemi, orang harus hati-hati, tenaga kesehatan juga harus hati-hati, prosedur sanitasi, jangan keluar, jangan Seret Jat melalui Zoom on Tribunnews, Senin (6/8/2020) siang. com mengatakan dalam sebuah wawancara: “Meskipun banyak orang berkumpul pada awalnya, definisi masyarakat berbeda. “Pembukaan kembali Wisata Gunung Papandayan adalah prosedur kesehatan yang harus diikuti oleh wisatawan – Drajat menjelaskan bahwa dalam kehidupan sosial, setiap orang atau kelompok masyarakat mendefinisikan situasi ini dan membuat mereka merasa santai dan nyaman. Ketenangan. Dalam kehidupan sosial seperti ini, setiap orang, setiap kelompok, dan setiap komunitas selalu mendefinisikan postur untuk membuat mereka merasa nyaman, tenang, dan dapat bergaul satu sama lain, “kata Dragat. ——Menurutnya, pada saat itu, masyarakat percaya bahwa pandemi itu tidak berbahaya seperti pecahnya COVID-19 ke Indonesia.

Drajat mengatakan bahwa orang sekarang merasa bahwa mereka dapat mengendalikan diri mereka sendiri, dan bahwa teman-teman mereka juga dapat mengendalikan diri mereka sendiri.

Lalu itu membuat orang merasa bahwa mereka tidak perlu khawatir sebanyak sebelumnya.

“(Mereka pikir) kita berdua tahu, kita mengenal satu sama lain, jadi saya tidak mengatakan Drajat:” Kita tidak perlu terlalu khawatir, dan kita tidak perlu terlalu takut. “

Leave A Comment