Bagaimana anak-anak melestarikan budaya Mankungalaran melalui musik jazz

2020-08-12

TRIBUNNEWS.COM – Indonesia memiliki tradisi panjang dan warisan budaya leluhur kita.

Sebagai warga negara, dengan mendukung Pancasila sudah sewajarnya melestarikan dan melindungi budaya ini agar generasi penerus bisa menikmati apa yang diperjuangkan leluhurnya. — Selain milenium saat ini, mereka juga diperkenalkan dengan kemajuan dan perkembangan teknologi, yang dapat menjadi kutukan bagi kesadaran budaya kita. Atau sebaliknya, gunakan kematangan teknologi sebagai sarana perlindungan budaya.

Salah satu dari banyak upaya untuk melindungi budaya adalah bekerja dengan milenium untuk membawa mereka lebih dekat ke pusat budaya.

Sama seperti putra dan putri Kanjeng Gusti Pengeran Adipati Arya Magkunegara IX dicapai dengan menyelenggarakan festival jazz di daerah Pura Mangkunegaran Surakarta.

Putri KPGAA Mangkunegoro IX, GRAj. Ancillasura Marina Sudjiwo (umumnya dikenal sebagai Sura) dan putranya GPH. Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo, sering disapa Bhre, menggelar festival jazz dengan tujuan menarik masyarakat untuk lebih memahami Mangkunegaran.

Karena Sura mengatakan bahwa musik jazz bisa diterima oleh semua kalangan. Anak perempuan KPGAA Mangkunegoro IX ini biasa dipanggil Sura mengatakan: “Jazz bisa diterima oleh semua lapisan masyarakat.” — Adapun Bhre, “Musik jazz itu santai dan pelan, suasana yang cocok untuk Pura Mangkunegaran”.

Leave A Comment