Penumpang yang bepergian ke dan dari Jakarta tidak lagi membutuhkan SIKM. PT KAI mewajibkan CLM untuk memberikan konten penumpang yang jujur

2020-08-12

TRIBUNNEWS.COM-Humas PT Kerata Indonesia (KAI) Dapu 1 Jakarta Eva Chairunisa mengatakan, penumpang KA jarak jauh dari dan ke Jakarta tidak perlu lagi memiliki izin masuk dan keluar (SIKM). -Eva mengatakan sedang menyesuaikan kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang telah membatalkan SIKM sebagai syarat masyarakat untuk melakukan perjalanan mulai Selasa (14/7/2020). Pelamar tidak lagi membutuhkan SIKM. Penumpang yang berangkat dari Stasiun Gambier dan Stasiun Passal Senen.

“Sesuai kebijakan Pemprov DKI Jakarta, syarat tambahan izin masuk dan keluar sudah dicabut mulai 14 Juli (Selasa). Nah, untuk perjalanan KA jarak jauh dari stasiun di wilayah DKI Jakarta, SIKM juga Bukan salah satu syarat SIKM bagi calon pengguna yang akan menggunakan KA jarak jauh pemberangkatan dari stasiun Gambir dan Pasar Senen. Com .

Baca: PT KAI membutuhkan penumpang KA jarak jauh dari dan ke Jakarta untuk menyelesaikan CLM

Baca: KAI Akan Tetap Operasikan Kereta Jarak Jauh Argo Parahyangan pada 13 Juli 2020-Eva mengatakan, persyaratan SIKM kini telah diganti dengan Corona Probability Metric (CLM) di aplikasi JAKI, tersedia di Google Play Store dan Apple Unduh di App Store.

Prosedur ini diterapkan oleh PT KAI Daop 1 Jakarta Rabu (15 Juli 2020).

Oleh karena itu, Eva pun menghimbau calon penumpang untuk jujur ​​saat menyelesaikan CLM., Dari dan ke Jakarta Calon penumpang kereta api harus selalu menunjukkan surat Covid-19 gratis dengan melakukan PCR atau quick test. Percaya diri sejak dirilis.

Leave A Comment