Dampak korona, runtuhnya kemandirian industri perhotelan, dan pengusaha mendorong pemerintah merumuskan kebijakan baru

2020-08-15

TRIBUNNEWSWIKI.COM-Perkembangan virus corona (COVID 19) dari China menjangkiti seluruh negara termasuk Indonesia.

Organisasi Kesehatan Dunia sendiri telah menetapkan COVID-19 sebagai pandemi, atau telah menyebar ke berbagai negara. Virus tersebut telah menyebar secara besar-besaran dan menjadi daerah pandemi, memaksa negara tersebut mengambil kebijakan untuk menyelamatkan penduduk Indonesia.

Kebijakan ini mencakup kegiatan sosial yang berkaitan dengan jarak sosial, tidak bepergian atau bepergian ke luar negeri, dan tidak menyelenggarakan kegiatan sosial yang menimbulkan banyak orang.

Termasuk isolasi diri (karantina) yang ditentukan oleh ODP (pengawas internal) selama dua hari, bekerja dari rumah (bekerja di rumah) dan banyak wabah kebijakan lainnya sebagai respons terhadap virus COVID 19.

Kebijakan tersebut mempengaruhi semua bidang, termasuk industri, perdagangan, UMKM dan perawatan rumah sakit. Industri Itality .

Hotel dan industri perhotelan lainnya terpengaruh oleh ini.

Ditetapkan di Solo beberapa minggu lalu bahwa status Kejadian Tidak Konvensional (KLB) menghasilkan efek domino.

Tingkat hunian, terutama untuk hotel, telah menurun tajam hingga 80%.

Jika situasi ini berlanjut sampai waktu yang ditentukan, itu pasti akan mempengaruhi penutupan hotel.

Leave A Comment