Kementerian Perhubungan membentuk mekanisme transportasi udara khusus selama pandemi Covid-19

2020-08-22

TRIBUNNEWS.COM-Administrasi Umum Penerbangan Sipil Kementerian Perhubungan membentuk mekanisme angkutan udara khusus Penyakit 2019 (Covid-19) setelah diundangkan Peraturan Kesehatan Masyarakat Menteri Perhubungan PM 18/2020 tentang penetapan keadaan darurat virus corona.

Pemerintah juga tengah menerapkan tindakan pembatasan sosial skala besar (PSBB) di wilayah terdampak untuk mempercepat penanganan Covid-19, salah satunya dengan membatasi transportasi.

Novie Riyanto, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, menjelaskan angkutan udara akan menerapkan mekanisme khusus sesuai peraturan menteri untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui kegiatan penerbangan.

“Untuk transportasi udara, kami memastikan bahwa penerbangan selalu mematuhi semua peraturan sanitasi yang berlaku. Di bandara atau bandara, di dalam pesawat, kami akan mengembangkan perjanjian penanganan Covid-19 khusus. Pada penerbangan penumpang dan kargo, ada juga Perjanjian khusus, ”jelas Managing Director Hubud Novie dalam keterangan tertulis, Rabu (15 April 2020). Selengkapnya

— >>>>>>>>

• Riwayat penumpang yang rela naik KRL periode PSBB, rela antre mulai WIB 05:00

• Baru Layanan TransJakarta diluncurkan hari ini selama PSBB efektif

Leave A Comment