Penumpang yang bepergian ke dan dari Jakarta tidak lagi membutuhkan SIKM. PT KAI mendorong pelancong yang jujur ​​untuk menyelesaikan CLM

2020-08-24

TRIBUNNEWS.COM-Humas PT Kerata Indonesia (KAI) Dapu 1 Jakarta Eva Chairunisa mengatakan, penumpang KA jarak jauh dari dan ke Jakarta sudah tidak perlu lagi memiliki izin masuk dan keluar (SIKM). -Eva menyatakan menyesuaikan dengan kebijakan Pemprov DKI Jakarta (Pemprov) DKI yang telah mencabut SIKM sebagai syarat pengungsian sejak Selasa (14/7/2020) lalu.

Oleh karena itu, Eva (PT KAI) mengatakan calon penumpang yang berangkat dari Stasiun Gambier dan Stasiun Pasal Senen tidak lagi membutuhkan SIKM. Stasiun yang berada di wilayah DKI Jakarta ini bukan salah satu kebutuhan potensial SIKM, karena calon penggunanya akan menggunakan KA jarak jauh dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen. Eva menjelaskan hal ini dalam keterangan tertulis kepada Tribunnews.com.

Baca: PT KAI mewajibkan penumpang KA Jarak Jauh dari dan ke Jakarta DKI untuk menyelesaikan CLM

Bacaan: KAI Tetap Operasikan KA Jarak Jauh di Argo Parahyangan 13 Juli 2020

Eva bilang kini sudah lewat Mengisi Corona Probability Metric (CLM) di aplikasi JAKI sebagai pengganti persyaratan SIKM dapat diunduh dari Google Play Store dan Apple App Store. Program tersebut dilaksanakan oleh PT KAI Daop 1 Jakarta mulai Rabu (15/7/2020).

Karena itu, Eva pun mengimbau calon penumpang untuk menyelesaikan CLM dengan jujur. Calon penumpang kereta api dari dan ke Jakarta selalu didorong untuk memberikan surat Covid-19 gratis dengan melakukan PCR atau quick test.

Ok, tentunya harus dipastikan bahwa surat gratis Covid-19 itu masih berlaku, artinya-tidak lebih dari 14 hari sejak rilis yang meyakinkan.

Leave A Comment