Cara melestarikan budaya Mangkunegaran melalui musik jazz

2020-08-26

TRIBUNNEWS.COM-Indonesia memiliki tradisi dan warisan budaya yang panjang dari nenek moyang kita.

Sebagai warga negara kita dukung Pancasila. Wajar untuk menjaga dan melestarikan budaya ini agar generasi penerus bisa menikmati apa yang diperjuangkan leluhurnya. – Apalagi generasi milenial saat ini yang sudah maju dan maju. Perkembangan teknologi, ini mungkin menjadi kutukan bagi kesadaran budaya kita. Atau sebaliknya, gunakan kompleksitas teknologi sebagai sarana untuk melestarikan budaya.

Salah satu dari banyak upaya pelestarian budaya adalah bekerja sama dengan milenial untuk mendekatkan mereka ke pusat budaya.

Sama seperti Kanjeng Gusti, putra dan putri Pengeran Adipati Arya Magkunegara IX ini diraih dengan menggelar festival jazz di kawasan Pura Mangkunegaran Surakarta.

Putri KPGAA Mangkunegoro IX, GRAj. Ancillasura Marina Sudjiwo atau biasa dipanggil Sura, dan anaknya GPH. Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo, sering disapa Bhre, menyelenggarakan festival jazz dengan tujuan menarik minat masyarakat agar lebih memahami Mangkunegaran.

Karena Sura mengatakan bahwa musik jazz bisa diterima oleh semua kalangan. – “Jazz bisa diterima oleh semua kalangan,” kata putri KPGAA Mankungolo IX yang biasa disapa Sura ini. — Untuk Bhre, “Musik jazz itu mudah dan lambat, yang bagus untuk Pura Mangkunegaran”.

Leave A Comment