Sosiolog, tempat wisata mulai ramai: definisi status masyarakat berbeda dengan kebijakan pemerintah

2020-10-25

TRIBUNNEWS.COM-Meski wabah Covid-19 belum usai, banyak tempat wisata di beberapa wilayah di Indonesia yang mulai ramai dikunjungi wisatawan. M. Si. Drajat Tri Kartono mengatakan hal tersebut terjadi akibat adanya gap antara kebijakan pemerintah dan kesepakatan kesehatan serta definisi kondisi masyarakat.

Menurutnya, perusahaan memiliki definisi kebijakan pemerintah yang berbeda.

“Pemerintah bilang ini masih pandemi, dan masyarakat harus hati-hati. Orang dari kesehatan juga bilang: Hati-hati, buat prosedur kesehatan, jangan keluar dulu, jangan bawa banyak orang dulu, dll..com melalui Zoom, Senin (08/06/2020) sore.

Baca: Wisata Gunung Papandayan Kembali Dibuka, Ini Aturan Kesehatan yang Wajib Dipatuhi Pengunjung

Drajat menjelaskan bahwa dalam kehidupan bermasyarakat, setiap orang dan kelompok masyarakat Mereka semua mendefinisikan situasi dengan cara yang membuat mereka merasa nyaman dan damai.

“Jadi dalam kehidupan sosial seperti ini, setiap orang, setiap kelompok, dan setiap masyarakat selalu mendefinisikan situasinya. Drajat mengatakan: “Kontrol membuat mereka merasa nyaman, tenang, dan bisa rukun.” Menurutnya, saat ini masyarakat yakin pandemi tidak lagi sebahaya dulu. COVID-19 sudah masuk ke Indonesia.

Drajat mengatakan bahwa orang sekarang merasa bisa mengendalikan diri, dan teman yang melihatnya juga bisa mengendalikan diri.

Ini mengurangi kecemasan orang. Memahami dan memahami satu sama lain, jadi saya tidak perlu khawatir, dan saya tidak perlu terlalu takut, “kata Drajat.

Leave A Comment