Penumpang yang bepergian ke dan dari PT KAI Imbau Jakarta tidak lagi membutuhkan CLM konten kejujuran penumpang SIKM

2020-10-26

TRIBUNNEWS.COM-Humas PT Indonesia Kereta Api (KAI) Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa mengatakan, penumpang KA jarak jauh dari dan ke Jakarta sudah tidak perlu lagi memiliki izin masuk dan keluar (SIKM). -Eva mengatakan, pihaknya menyesuaikan dengan kebijakan Pemprov DKI Jakarta (Pemprov) DKI yang telah membatalkan SIKM sebagai syarat masyarakat melakukan perjalanan mulai Selasa (14/7/2020).

Oleh karena itu, Eva menyampaikan apakah PT KAI tidak lagi membutuhkan pelamar SIKM. Penumpang yang berangkat dari Stasiun Gambier dan Stasiun Passal Sennen.

“Sesuai kebijakan Pemprov DKI Jakarta, mulai 14 Juli (Selasa), perjalanan bersyarat izin masuk dan keluar dibatalkan, dan kemudian perjalanan KA jarak jauh dari stasiun wilayah DKI Jakarta tidak lagi. SIKM menjadi salah satu syarat calon pengguna yang akan menggunakan KA jarak jauh dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen untuk berangkat Tribunnews.com .

Baca: PT KAI mewajibkan penumpang KA jarak jauh dari dan ke Jakarta DKI untuk menyelesaikan CLM- — Baca: KAI Akan Tetap Operasikan Kereta Jarak Jauh Argo Parahyangan pada 13 Juli 2020-Eva mengatakan persyaratan SIKM sudah diganti dengan penerapan Corona Probability Metric (CLM) pada JAKI. Telex sudah bisa dilakukan di Google Play Store dan Apple App Store.

Prosedur ini diterapkan oleh PT KAI Daop 1 Jakarta, Rabu (15 Juli 2020).

Oleh karena itu, Eva pun menghimbau potensi Penumpang harus jujur ​​saat menyelesaikan CLM.

“Mendorong orang untuk jujur ​​tentang persyaratan menyelesaikan perjalanan. CLM, “kata Eva.

Eva menambahkan, calon penumpang kereta api dari dan ke Jakarta selalu disarankan untuk menunjukkan surat Covid-19 gratis melalui PCR atau tes cepat .

Tentu saja, Covid-19 gratis harus dipastikan Surat tersebut “masih berlaku”, artinya belum lebih dari 14 hari sejak dikeluarkan.

Leave A Comment